Jakarta, 31 Juli 2026 – Prestasi membanggakan kembali diraih alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Siti Dewi Cantika, S.IP alumni Program Studi Ilmu Pemerintahan, berhasil lolos sebagai peserta Tim Ekspedisi Patriot Batch II Tahun 2026, program nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia.
Program ini merupakan inisiatif Kementerian Transmigrasi RI untuk menghimpun sumber daya manusia unggul dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia guna mendukung pembangunan kawasan transmigrasi. Tahun 2026 menjadi kali pertama program ini membuka kesempatan bagi lulusan sarjana dari seluruh universitas di Indonesia.
Dalam proses pelaksanaannya, Kementerian Transmigrasi bekerja sama dengan sepuluh perguruan tinggi negeri (PTN) mitra yang bertugas membantu tahapan seleksi peserta. Proses tersebut meliputi verifikasi administrasi, penilaian portofolio dan karya ilmiah, hingga wawancara yang dilaksanakan oleh lembaga pengabdian masyarakat dari masing-masing kampus mitra dengan pengawasan langsung dari Kementerian Transmigrasi.
Cantika memilih Universitas Indonesia sebagai kampus mitra untuk mengikuti tahapan seleksi. Setelah berhasil melewati seleksi administrasi dan penilaian portofolio, ia mengikuti wawancara yang menguji pengalaman akademik, rekam jejak organisasi dan penelitian, serta pemahaman peserta mengenai pembangunan kawasan transmigrasi.

Dari total 1.474 kuota nasional, sekitar 70 persen dialokasikan bagi peserta dari kampus mitra, sedangkan 30 persen diperuntukkan bagi peserta dari perguruan tinggi nonmitra. Keberhasilan Cantika menjadikannya sebagai salah satu delegasi yang mewakili UIN STS Jambi dalam program tersebut.
Melalui Program Tim Ekspedisi Patriot, para peserta diterjunkan ke 54 kawasan transmigrasi yang tersebar di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Mereka bertugas melakukan penelitian lapangan bersama pemerintah daerah dan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) guna mengidentifikasi potensi serta tantangan pembangunan di wilayah penempatan.
Cantika mendapat penugasan di kawasan Barelang, Kota Batam, dengan fokus kajian pada penguatan ekonomi lokal. Bersama timnya, ia melakukan observasi terhadap berbagai sektor strategis, seperti pariwisata, perdagangan, perikanan, dan potensi ekonomi lainnya. Selain itu, tim juga menghimpun aspirasi masyarakat terkait berbagai persoalan yang dihadapi, termasuk isu konflik lahan yang masih berlangsung di kawasan tersebut.
Hasil penelitian dan rekomendasi yang diperoleh dari lapangan akan disampaikan kepada Kementerian Transmigrasi RI sebagai bahan evaluasi sekaligus dasar penyusunan kebijakan pengembangan kawasan transmigrasi di masa mendatang.
Program Tim Ekspedisi Patriot mengusung semangat pemberdayaan generasi muda melalui kolaborasi dengan para akademisi dan profesor dari perguruan tinggi mitra. Melalui pendekatan berbasis riset, program ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi yang inovatif dan aplikatif untuk mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah Indonesia.