Mahasisa Ilmu Pemerintahan Bantu Kembangkan Geospatial Dashboard For Problem Reporter

Pusat Kajian SDG’s Kembangkan Geospatial Dashboard For Problem Reporter

Saat ini lebih dari setengah populasi dunia tinggal di daerah perkotaan. Pada tahun 2030 populasi dunia diperkirakan akan mencapai 8,5 miliar. Pada tahun 2050 meningkat 9,7 miliar orang (The 2015 Revision of the UN’s World Population Projections, 2015). Kompleksitas masalah, khususnya di wilayah perkotaan menjadi isu hangat di berbagai belahan dunia. Beberapa masalah yang menjadi sorotan berbagai negara diantaranya terkait perubahan iklim atau krisis iklim, bencana banjir, dan kemiskinan. Beberapa masalah ekstrem yang sering muncul di perkotaan, polusi udara, kemacetan, permukiman kumuh, kriminalitas, dan masih banyak yang lainnya. Untuk itu, perlu langkah-langkah strategis agar masalah perkotaan tidak semakin parah dan berdampak terhadap menurunnya kualitas kehidupan manusia.

Pengembangan Geospatial Dashboard For Problem Reporter dapat dimanfaatkan untuk menciptakan kota yang lebih cerdas. Serta memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat . Geospatial Dashboard for Problem Reporter berfungsi untuk melaporkan permasalahan yang ditemui masyarakat di lokasi tertentu. Geospatial dashboard dapat menjadi penghubung lintas lembaga secara real time dan sebagai dasar pengambil keputusan berbasis bukti. Pengembangan geospatial dashboard mengacu pada tiga tahapan konsep dasar yang mencakup data, analisis, dan presentasi.

Geospatial Dashboard For Problem Reporter dibuat dengan beberapa integrasi platform yaitu ArcGIS Survey 123 dan ArcGIS Dashboard yang dimiliki oleh Esri (Environmental Systems Research Institute). Langkah pertama pembuatan kuesioner pertanyaan atau lembar observasi dengan ArcGIS Survey 123 sesuai dengan masalah-masalah yang sering muncul di lingkungan perkotaan. Beberapa tema masalah yang dipilih untuk pengembangan Geospatial Dashboard diantaranya tempat pembuangan sampah illegal (tidak resmi), tempat parkir illegal (tadak resmi), titik sebaran lokasi banjir, kerusakan jalan atau fasilitas penerangan, kecelakaan lalu lintas, dan lain-lain.  Selanjutnya, link ArcGIS Survey 123 yang sudah diisi oleh masyarakat menjadi dasar untuk pembuatan Geospatial Dashboard yang menampilkan sebaran informasi jenis permasalahan, jumlah, dan tren masalah yang ada secara real time.

“Geospatial dashboard for problem reporter yang dikembangkan oleh Pusat Kajian Pembangunan Berkelanjutan menjadi salah satu terobosan inovasi pengembangan platform. Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam melaporkan masalah-masalah yang ditemui. Dan juga sebagai penghubung data antara dinas terkait di lingkungan pemerintah daerah.

Saat ini, di dalam geospatial dashboard sudah menampilkan informasi terkait sebaran titik-titik permasalahan yang muncul di Kota Jambi. Seperti lokasi pembuangan sampah ilegal (tidak resmi), lokasi parkir tidak resmi, kejadian pencurian, lokasi titik banjir, dan lain-lain.

Pengumpulan data dalam geospatial dashboard ini dibantu oleh mahasiswa semester 6 (Lokal A, B, C, dan D) Prodi Ilmu Pemerintahan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Selanjutnya, Pusat Kajian Pembangunan Berkelanjutan akan mencoba untuk melakukan penjajakan kerjasama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Jambi. Hal ini sebagai langkah tindak lanjut pengembangan platform dan implementasi untuk masyarakat luas”ucap Imam Arifa’illah Syaiful Huda Kepala Pusat Kajian Pembangunan Berkelanjutan.

Link Geospatial Dashboard for Problem reporter: https://gis-uinsutha.maps.arcgis.com/apps/dashboards/0c82a8bb2f8142ba8f2d9f2797453469

Bantuan terkait lift:
0821-7697-5982

Humas UIN STS Jambi:
0811-7467-899